ETIKA BISNIS
Analisa Produk
(Teh dalam Kemasan Cup)
Disusun oleh :
Nama : Adam Revaldi
NPM : 10214171
Kelas : 3.EA.01
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
MANAJEMEN
2017
1.
Latar
Belakang :
Gaya
hidup masyarakat dalam hal konsumsi pada era globalisasi saat ini membuat
sebagian besar masyarakat cenderung lebih memilih makanan dan minuman yang
praktis. Terlebih saat musim pancaroba sekarang ini membuat sering terjadinya
cuaca yang hangat dan panas khususnya di Indoneia. Hal ini membuat produk minuman
yang praktis semakin meluas keberadaannya. Dalam kehidupan sekarang yang serba
cepat ini, tidak ada pilihan lebih baik daripada mendapatkan produk minuman
yang praktis untuk dikonsumsi langsung. Ketika seseorang pulang bekerja dengan
keadaan lelah, atau sedang dalam perjalanan pulang di kendaraan tidak sedikit
yang mencari produk minuman praktis untuk menghilangkan dahaga.
2.
Nama
Contoh Produk :
Salah
satu produk minuman praktis yang cocok untuk dikonsumsi langsung pada saat lelah
atau untuk menghilangkan dahaga adalah The G****. Disajikan dalam kemasan cup yang praktis, produk The ini dapat
dijadikan sebagai teman setia dalam ssetiap waktu dan suasana dirumah,
disekolah, di perjalanan, dimana saja, dan kapan saja. Dengan didesain kemasan
yang ekslusif dan nyaman digenggam, The ini merupakan suguhan yang tepat untuk
menjamu tamu kita, The ini mempunyai slogan “segarnya kebaikan alami”.
3. Produksi :
Teh
ini diproduksi hanya menggunakan daun teh terbaik yang dipetik sebelum fajar
yang aroma melatinya terserap saat mekar dan gula asli. Bahan-bahan tersebut
diproses menggunakan teknologi tinggi sehingga kualitas dan mutu produk Teh ini
yang dihasilkan tetap terjamin. Salah satu teknologi yang digunakan ialah PET
Aseptic Cold Filling Technology dan Ultra High Temperature. Teknologi Aseptic
menjamin higienitas dari isi The ini, teknologi ini mencegah bakteri masuk
selama proses produksi. Seduhan teh diproses dengan metode pemanasan secara
UHT. UHT adalah metode pemanasan dengan suhu tinggi dalam waktu singkat untuk
mematikan mikroorganisme namun tanpa merusak kualitas bahan yang diproses.
Proses ini disempurnakan dengan metode Cold Filing, yaitu produk dikemas pada
suhu ruang (25°C) sehingga kualitas dan rasa teh tetap terjaga dengan sempurna.
Pemilihan bahan baku dan proses produksi merupakan faktor-faktor yang dapat dikendalikan
sepenuhnya.
4. Pemasaran :
Salah satu strategi pemasaran Teh ini adalah bertujuan untuk
memudahkan para konsumen mengenali produknya dengan cara mensosialisasikan
bahwa Teh ini adalah produk asli Indonesia, dibuat oleh talenta-talenta anak
bangsa, dan sebagian besar bahan-bahannya merupakan hasil bumi Indonesia, serta
telah memberi lapangan pekerjaan kepada banyak pihak. Teh ini sudah menjadi
bagian kehidupan masyarakat Indonesia. Mari kita giatkan kecintaan terhadap
produk-produk asli Indonesia dengan bersama-sama menjaganya dari hal-hal
negatif. Juga sangat terbuka menerima
masukan dari masyarakat Indonesia sebagai konsumen utama Teh ini agar produk ini
semakin baik dan menjadi produk yang membanggakan bangsa Indonesia di dunia
internasional.
5. Iklan :
Dalam
mengiklankan produk Teh ini, selalu menggunakan sarana penyiaran di TV (TV Commercial) selain itu ada juga
Branding Rumah Makan, Event Sponsorship dan Banner.
6. Distribusi :
Terkadang ada beberapa hal yang sulit, contoh pada saat
proses pengiriman produk Teh ini dari pabrik
ke tangan konsumen ada saja hal-hal yang dapat mempengaruhi kualitas produk.
Biasaya terkait cara penanganan yang salah, misalnya kemasan dibanting atau
disimpan pada suhu yang tidak tepat. Tentunya hal ini berpotensi mempengaruhi
kualitas produk Teh ini sebelum dikonsumsi oleh konsumen. Perusahaan Teh ini sebenarnya
telah mengantisipasi hal tersebut, misalnya dengan memberi petunjuk cara
menyusun kemasan produk, berapa maksimal kemasan yang dapat ditumpuk. Di
kemasan juga dicantumkan cara penyimpanan produk yang benar, jangan terkena
cahaya matahari langsung, jangan disimpan di temperatur tinggi dan setelah
segel dibuka agar disimpan di lemari pendingin dan dikonsumsi pada hari yang
sama. Kesalahan dalam penanganan setelah produk keluar dari pabrik tidak mudah
untuk diawasi dan kendalikan, sehingga tidak menutup kemungkinan ada saja
konsumen yang menerima produk dalam kondisi tidak layak konsumsi, atau sudah
mengalami kerusakan. Sehingga pernah kejadian saat media-media online banyak
beredar informasi produk Teh ini yang tidak layak dikonsumsi.
7. Sumber Daya Manusia :
Perusahaan
sangat menyesalkan informasi-informasi yang beredar tanpa pengaduan atau
klarifikasi ke unit Customer Care tersebut. Padahal tim Customer Care akan
dengan senang hati dan terbuka merespon semua keluhan konsumen yang disampaikan
langsung. Kantor-kantor perwakilan pemasaran perusahaan di seluruh Indonesia
siap menangani permasalahan-permasalahan yang dialami oleh konsumen terkait
produk dengan segera. Dari catatan perusahaan, semua permasalahan konsumen
terkait kualitas produk Teh ini yang disampaikan melalui unit Customer Care,
dapat diselesaikan dengan baik dan konsumen selalu puas dengan solusi yang diberikan.
Untuk itu perusahaan akan mencari SDM yng berkualita sesuai dengan bidangnya
untuk mendukung meningkatkan kualitas produk Teh ini sesuai dengan saran dan
masukan yang diajukan konsumen yang diterima melalui Customer Care tadi.
Daftar
Pustaka :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar