Jumat, 28 April 2017

Tugas Analisa Produk - Etika Bisnis (Adam Revaldi - 10214171 - 3.EA.01)

ETIKA BISNIS

Analisa Produk
(Teh dalam Kemasan Cup)






Disusun oleh   :

Nama                  :        Adam Revaldi            
NPM                    :        10214171
Kelas                   :        3.EA.01



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
MANAJEMEN
2017





1.      Latar Belakang :
Gaya hidup masyarakat dalam hal konsumsi pada era globalisasi saat ini membuat sebagian besar masyarakat cenderung lebih memilih makanan dan minuman yang praktis. Terlebih saat musim pancaroba sekarang ini membuat sering terjadinya cuaca yang hangat dan panas khususnya di Indoneia. Hal ini membuat produk minuman yang praktis semakin meluas keberadaannya. Dalam kehidupan sekarang yang serba cepat ini, tidak ada pilihan lebih baik daripada mendapatkan produk minuman yang praktis untuk dikonsumsi langsung. Ketika seseorang pulang bekerja dengan keadaan lelah, atau sedang dalam perjalanan pulang di kendaraan tidak sedikit yang mencari produk minuman praktis untuk menghilangkan dahaga.

2.      Nama Contoh Produk :
Salah satu produk minuman praktis yang cocok untuk dikonsumsi langsung pada saat lelah atau untuk menghilangkan dahaga adalah The G****. Disajikan dalam kemasan cup yang praktis, produk The ini dapat dijadikan sebagai teman setia dalam ssetiap waktu dan suasana dirumah, disekolah, di perjalanan, dimana saja, dan kapan saja. Dengan didesain kemasan yang ekslusif dan nyaman digenggam, The ini merupakan suguhan yang tepat untuk menjamu tamu kita, The ini mempunyai slogan “segarnya kebaikan alami”.

3.      Produksi :                             
Teh ini diproduksi hanya menggunakan daun teh terbaik yang dipetik sebelum fajar yang aroma melatinya terserap saat mekar dan gula asli. Bahan-bahan tersebut diproses menggunakan teknologi tinggi sehingga kualitas dan mutu produk Teh ini yang dihasilkan tetap terjamin. Salah satu teknologi yang digunakan ialah PET Aseptic Cold Filling Technology dan Ultra High Temperature. Teknologi Aseptic menjamin higienitas dari isi The ini, teknologi ini mencegah bakteri masuk selama proses produksi. Seduhan teh diproses dengan metode pemanasan secara UHT. UHT adalah metode pemanasan dengan suhu tinggi dalam waktu singkat untuk mematikan mikroorganisme namun tanpa merusak kualitas bahan yang diproses. Proses ini disempurnakan dengan metode Cold Filing, yaitu produk dikemas pada suhu ruang (25°C) sehingga kualitas dan rasa teh tetap terjaga dengan sempurna. Pemilihan bahan baku dan proses produksi merupakan faktor-faktor yang dapat dikendalikan sepenuhnya.

4.      Pemasaran :                          
Salah satu strategi pemasaran Teh ini adalah bertujuan untuk memudahkan para konsumen mengenali produknya dengan cara mensosialisasikan bahwa Teh ini adalah produk asli Indonesia, dibuat oleh talenta-talenta anak bangsa, dan sebagian besar bahan-bahannya merupakan hasil bumi Indonesia, serta telah memberi lapangan pekerjaan kepada banyak pihak. Teh ini sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat Indonesia. Mari kita giatkan kecintaan terhadap produk-produk asli Indonesia dengan bersama-sama menjaganya dari hal-hal negatif.  Juga sangat terbuka menerima masukan dari masyarakat Indonesia sebagai konsumen utama Teh ini agar produk ini semakin baik dan menjadi produk yang membanggakan bangsa Indonesia di dunia internasional.

5.      Iklan :            
Dalam mengiklankan produk Teh ini, selalu menggunakan sarana penyiaran di TV (TV Commercial) selain itu ada juga Branding Rumah Makan, Event Sponsorship dan Banner.

6.      Distribusi :                
Terkadang ada beberapa hal yang sulit, contoh pada saat proses pengiriman produk Teh ini dari  pabrik ke tangan konsumen ada saja hal-hal yang dapat mempengaruhi kualitas produk. Biasaya terkait cara penanganan yang salah, misalnya kemasan dibanting atau disimpan pada suhu yang tidak tepat. Tentunya hal ini berpotensi mempengaruhi kualitas produk Teh ini sebelum dikonsumsi oleh konsumen. Perusahaan Teh ini sebenarnya telah mengantisipasi hal tersebut, misalnya dengan memberi petunjuk cara menyusun kemasan produk, berapa maksimal kemasan yang dapat ditumpuk. Di kemasan juga dicantumkan cara penyimpanan produk yang benar, jangan terkena cahaya matahari langsung, jangan disimpan di temperatur tinggi dan setelah segel dibuka agar disimpan di lemari pendingin dan dikonsumsi pada hari yang sama. Kesalahan dalam penanganan setelah produk keluar dari pabrik tidak mudah untuk diawasi dan kendalikan, sehingga tidak menutup kemungkinan ada saja konsumen yang menerima produk dalam kondisi tidak layak konsumsi, atau sudah mengalami kerusakan. Sehingga pernah kejadian saat media-media online banyak beredar informasi produk Teh ini yang tidak layak dikonsumsi.

7.      Sumber Daya Manusia :
Perusahaan sangat menyesalkan informasi-informasi yang beredar tanpa pengaduan atau klarifikasi ke unit Customer Care  tersebut. Padahal tim Customer Care akan dengan senang hati dan terbuka merespon semua keluhan konsumen yang disampaikan langsung. Kantor-kantor perwakilan pemasaran perusahaan di seluruh Indonesia siap menangani permasalahan-permasalahan yang dialami oleh konsumen terkait produk dengan segera. Dari catatan perusahaan, semua permasalahan konsumen terkait kualitas produk Teh ini yang disampaikan melalui unit Customer Care, dapat diselesaikan dengan baik dan konsumen selalu puas dengan solusi yang diberikan. Untuk itu perusahaan akan mencari SDM yng berkualita sesuai dengan bidangnya untuk mendukung meningkatkan kualitas produk Teh ini sesuai dengan saran dan masukan yang diajukan konsumen yang diterima melalui Customer Care tadi.




Daftar Pustaka :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar