ETIKA BISNIS
Kasus Etika Bisnis dengan
Analisis
Prinsip Pelanggaran Etika
Bisnis yang Dilanggar
Disusun oleh :
Nama : Adam Revaldi
NPM : 10214171
Kelas : 3.EA.01
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
MANAJEMEN
2017
A.
Etika Bisnis.
Etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata
cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan
moralitas yang berlaku secara universal (Muslich, 2004:9). Etika bisnis
merupakan aturan tidak tertulis mengenai cara menjalankan bisnis secara adil,
sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak tergantung pada kedudukan individu
atau-pun perusahaan di masyarakat. Secara umum, prinsip-prinsip yang
berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari
kehidupan kita sebagai manusia, dan prinsip-prinsip ini sangat erat terkait
dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat.
Tujuan Etika Bisnis
Pengertian Etika Bisnis dan Tujuan Dibuatnya Etika Bisnis.
Pada dasarnya sebuah etika bisnis ini digalakkan karena memiliki maksud dan
tujuan tertentu dalam dunia bisnis. Adapun tujuan etika bisnis adalah untuk
menjalankan dan menciptakan sebuah bisnis seadil mungkin serta menyesuaikan
hukum yang sudah dibuat. Selain itu, juga dimaksudkan untuk menghilangkan
ketergantungan pada sebuah kedudukan individu maupun perusahaan.
Etika bisnis ini tingkatannya lebih luas jika dibanding
dengan ketentuan yang sudah diatur berdasarkan hukum yang berlaku, bahkan jika
dibandingkan dengan standar minimal dari ketentuan hukum maka etika bisnis
menjadi standar atau ukuran yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan, dalam
kegiatan berbisnis tidak jarang kita jumpai adanya bagian abu-abu dan tidak
diatur berdasarkan ketentuan hukum.
Fungsi Etika Bisnis
Pengertian Etika Bisnis dan Fungsi Penerapan Etika Bisnis.
Dalam penerapan etika bisnis ini tentu akan adalah nilai plus atau keuntungan
tersendiri bagi sebuah perusahaan, baik dalam jangka waktu yang panjang maupun
menengah. Adapun fungsi etika bisnis diantaranya adalah dapat mengurangi dana yang
diakibatkan dari pencegahan yang kemungkinan terjadinya friksi atau perpecahan,
baik dari intern perusahaan itu sendiri maupun ekstern.
Selain itu, dalam penerapan etika
bisnis ini juga berfungsi untuk membangkitkan motivasi pekerja agar terus meningkat,
melindungi prinsip dalam kebebasan berdagang atau berniaga, serta dapat
meciptakan keunggulan dalam bersaing. Secara umum, suatu tindakan perusahaan
yang kurang etis akan membuat konsumen menjadi terpancing dan pada akhirnya
muncullah sebuah tindakan pembalasan. Seperti contoh adanya larang beredarnya
suatu produk, gerakan pemboikotan, dan yang sejenisnya, maka yang terjadi
adalah penurunan nilai jual dan juga perusahaan.
Sonny Keraf
(1998) menjelaskan, bahwa prinsip etika bisnis sebagai berikut;
1.
Prinsip otonomi; adalah sikap dan
kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan
kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2.
Prinsip kejujuran. Terdapat tiga
lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak
akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran.
Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua,
kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang
sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
3.
Prinsip keadilan; menuntut agar setiap
orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai
kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
4. Prinsip saling menguntungkan (mutual
benefit principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa
sehingga menguntungkan semua pihak.
5.
Prinsip integritas moral; terutama
dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan,
agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan/orang2nya
maupun perusahaannya.
Pertanyaan nya
bagaimana menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis ini agar benar-benar dapat
operasional? Sonny juga menjelaskan, bahwa sesungguhnya banyak perusahaan besar
telah mengambil langkah yang tepat kearah penerapan prinsip-prinsip etika
bisnis ini, kendati prinsip yang dianut bisa beragam. Pertama-tama membangun
apa yang dikenal sebagai budaya perusahaan (corporate culture). Budaya
perusahaan ini mula pertama dibangun atas dasar Visi atau filsafat bisnis
pendiri suatu perusahaan sebagai penghayatan pribadi orang tersebut mengenai
bisnis yang baik. Visi ini kemudian diberlakukan bagi perusahaannya, yang
berarti Visi ini kemudian menjadi sikap dan perilaku organisasi dari perusahaan
tersebut baik keluar maupun kedalam. Maka terbangunlah sebuah etos bisnis,
sebuah kebiasaan yang ditanamkan kepada semua karyawan sejak diterima masuk
dalam perusahaan maupun secara terus menerus dievaluasi dalam konteks
penyegaran di perusahaan tersebut. Etos inilah yang menjadi jiwa yang
menyatukan sekaligus juga menyemangati seluruh karyawan untuk bersikap dan
berpola perilaku yang kurang lebih sama berdasarkan prinsip yang dianut
perusahaan.
Berkembang
tidaknya sebuah etos bisnis ditentukan oleh gaya kepemimpinan dalam perusahaan
tersebut.
B. Contoh Kasus.
Studi Kasus Iklan yang Tidak Etis:
Artikel Kasus Pelanggaran Etika Bisnis
Telkomsel Diduga Lakukan Manipulasi dalam Iklan Talkmania
3/02/2009 16:10 WIB
Oleh :
Irwan
Kategori: Berita Terkini, Ekonomi dan Bisnis, Hukum dan Kriminal
Kategori: Berita Terkini, Ekonomi dan Bisnis, Hukum dan Kriminal
Medan, 3/2 (ANTARA) - Telkomsel diduga melakukan manipulasi dalam program “Talkmania” dengan tetap menarik pulsa pelanggan meski keutamaan dalam program itu tidak diberikan. Salah seorang warga Kota Medan, Mulyadi (37) di Medan, Selasa, mengatakan, dalam iklannya, Telkomsel menjanjikan gratis menelepon ke sesama produk operator selular itu selama 5.400 detik (90 menit).Untuk mendapatkan layanan itu, pulsa pelanggan akan dikurangi Rp3 ribu setelah mendaftar melalui SMS “TM ON” yang dikirim ke nomor 8999 terlebih dulu. Namun, pelanggan sering merasa kecewa karena layanan itu selalu gagal dan hanya dijawab dengan pernyataan maaf disebabkan sistem di operator selular tersebut sedang sibuk serta disuruh mencoba lagi.Tapi pulsa pelanggan tetap dikurangi, dan apabila terus dicoba tetap juga gagal, sedangkan pulsa terus dikurangi, katanya. Warga Kota Medan yang lain, Ulung (34) mengatakan, penggunaan layanan Talkmania yang diiklankan Telkomsel itu seperti “berjudi”. “Kadang-kadang berhasil, kadang-kadang gagal, namun pulsa tetap ditarik,” katanya.
Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Farid Wajdi, SH, MHum mengatakan, layanan iklan Telkomsel itu dapat dianggap manipulasi karena terjadinya “misleading” atau perbedaan antara realisasi dengan janji. Pihaknya siap memfasilitasi dan melakukan pendampingan jika ada warga yang merasa dirugikan dan akan menggugat permasalahan itu secara hukum. Secara sekilas, kata Farid, permasalahan itu terlihat ringan karena hanya mengurangi pulsa telepon selular masyarakat sebesar Rp3 ribu. Namun jika kejadian itu dialami satu juta warga saja dari sekian puluh juta pelanggan Telkomsel, maka terdapat dana Rp3 miliar yang didapatkan operator selular itu dari praktik manipulasi iklan tersebut. Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) perlu rena iklan operator selular selama ini sering menjebak, saling menjatuhkan dan tidak memiliki aturan yang jelas, katanya.
Humas Telkomsel Medan, Weni yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap nomor pelanggan yang merasa dirugikan dalam layanan Talkmania tersebut. “Namun, Telkomsel telah ‘merefine’ atau mengembalikan kembali pulsa nomor-nomor (handpone) yang gagal itu,” katanya.
C. Pembahasan Masalah.
Terjadinya perbuatan tercela dalam
dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan tetapi sebaliknya, makin
hari semakin meningkat. Tindakan mark up, ingkar janji, tidak mengindahkan
kepentingan masyarakat, tidak memperhatikan sumber daya alam maupun tindakan
kolusi dan suap merupakan segelintir contoh pengabdian para pengusaha terhadap
etika bisnis. Kasus telkomsel diatas merupakan salah satu tindakan ingkar janji
karena tetap mengurangi pulsa pelanggan sedangkan fasilitas talkmania tidak
diterima oleh pelanggan.
Secara sederhana etika bisnis dapat
diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum.
Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat
menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat
penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya.
Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum
sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat, tentu bisnis tunduk pada
norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang
tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan
bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis
terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Dalam
menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain
ialah:
Pengendalian diri. Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan
pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak
memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku
bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan
menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan
menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu
merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan
kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis". Pihak
telkomsel seharusnya tidak melakukan manipulas program talkmaniai tersebut demi
memperoleh keuntungan, karena tanpa melakukan hal tersebut pun telkomsel dapat
memperoleh keuntungan.
Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong,
Koneksi, Kolusi dan Komisi).
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
Mampu menyatakan yang benar itu
benar. Artinya,
jika pihak telkomsel benar mengadakan program talkmania dengan syarat yang
telah ditentukan maka jika konsumen menggunakan program tersebut seharusnya
telkomsel menepati program tersebut bukan justru pihak telkomsel merugikan
pelanggan dengan tetap mengurangi pulsa sedangkan pelanggan tidak menerima
fasilitas telepon gratis dari talkmania.
Konsekuen dan konsisten dengan
aturan main yang telah disepakati bersama.
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada "oknum", baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu. Pihak telkomsel harus konsekuen dan konsisten dengan aturan main dari program talkmania tersebut.
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada "oknum", baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu. Pihak telkomsel harus konsekuen dan konsisten dengan aturan main dari program talkmania tersebut.
Perubahan perdagangan dunia menuntut
segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik.
Langkah apa yang harus ditempuh? Didalam bisnis tidak jarang berlaku konsep
tujuan menghalalkan segala cara. Bahkan tindakan yang berbau kriminal pun
ditempuh demi pencapaian suatu tujuan. Kalau sudah demikian, pengusaha yang
menjadi pengerak motor perekonomian akan berubah menjadi binatang ekonomi. Terjadinya
perbuatan tercela dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakan kecenderungan
tetapi sebaliknya, makin hari semakin meningkat. Tindakan mark up, ingkar
janji, tidak mengindahkan kepentingan masyarakat, tidak memperhatikan sumber
daya alam maupun tindakan kolusi dan suap merupakan segelintir contoh
pengabdian para pengusaha terhadap etika bisnis.
Secara sederhana etika bisnis dapat
diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum.
Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat
menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat
penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya.
Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum
sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat,
tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan
bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika
tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis
maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak
langsung.
Dengan memetakan pola hubungan dalam
bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud
dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya
dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam
hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa
perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya,
kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari
pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan
pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya, ketika dunia usaha
melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti
hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang.
Berdasarkan hal-hal diatas,
seharusnya jika akan mengeluarkan keputusan berupa bentuk penawaran kepada
konsumen harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan antara perusahaan dan pelanggannya karena jika tidak maka hal
ini akan melanggar prinsip otonomi dimana manusia dalam mengambil keputusan
harus bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang dianggapnya baik untuk
dilakukan.
Telkomsel dengan jelas telah melakukan
manipulasi dalam iklan talkmania, yang dimana dalam hal ini Pihak Telkomsel
melanggar prinsip kejujuran akan suatu bentuk iklan yang ditawarkan kepada
pelanggannya.
Pelanggan Telkomsel merasa telah di
rugikan karena pihak telkomsel menjanjikan gratis menelepon ke sesama produk
operator selular itu selama 5.400 detik, Tetapi hal itu tidak terlaksana, yang
dimana hal ini Pihak Telkomsel melanggar prinsip keadilan Karena hanya membawa
hal positif pada perusahaannya saja bukan pada pelanggannya juga dan inintidak
sesuai dengan aturan yang ditetapkan serta tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pelanggan merasa kecewa karena
setelah di coba hal itu selalu gagal dan mengurangi pulsa para pelanggan itu
sendiri, Dengan kata lain pelanggan merasa di rugikan, yang dimana hal ini
Pihak Telkomsel melanggar prinsip saling menguntungkan karena pada kasus ini
bisnis yang dijalankannya tidak menguntungkan semua pihak.
Dengan kejadian seperti ini dapat
mencoreng citra perusahaan telkomsel dimana hal ini akan melanggar prinsip
integritas moral karena tidak menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik
ruang lingkup perusahaannya.
Maka dapat dikatakan Telkomsel telah
melanggar 5 prinsip pelanggaran pada etika bisnisnya.
D. Kesimpulan.
Pelanggaran etika bisnis itu dapat
melemahkan daya saing hasil industri dipasar internasional. Ini bisa terjadi
sikap para pengusaha kita. Lebih parah lagi bila pengusaha Indonesia menganggap
remeh etika bisnis. Kecenderungan makin banyaknya pelanggaran etika bisnis
membuat keprihatinan banyak pihak. Pengabaian etika bisnis dirasakan akan
membawa kerugian tidak saja buat masyarakat, tetapi juga bagi tatanan ekonomi
nasional. Disadari atau tidak, para pengusaha yang tidak memperhatikan etika
bisnis akan menghancurkan nama mereka sendiri dan negara.
Secara sederhana etika bisnis dapat
diartikan sebagai suatu aturan main yang tidak mengikat karena bukan hukum.
Tetapi harus diingat dalam praktek bisnis sehari-hari etika bisnis dapat
menjadi batasan bagi aktivitas bisnis yang dijalankan. Etika bisnis sangat
penting mengingat dunia usaha tidak lepas dari elemen-elemen lainnya.
Keberadaan usaha pada hakikatnya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bisnis tidak hanya mempunyai hubungan dengan orang-orang maupun badan hukum
sebagai pemasok, pembeli, penyalur, pemakai dan lain-lain.
Sebagai bagian dari masyarakat,
tentu bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan
bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika
tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis
maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak
langsung.
Telkomsel melakukan manipulasi dalam
iklan talkmania, pelanggan telkomsel merasa telah di rugikan karena pihak
telkomsel menjanjikan gratis menelepon ke sesama produk operator selular itu
selama 5.400 detik, Tetapi hal itu tidak terlaksana. Pelanggan merasa kecewa
karena setelah di coba hal itu selalu gagal dan mengurangi pulsa para pelanggan
itu sendiri, Dengan kata lain pelanggan merasa di rugikan, Maka dapat dikatakan
Telkomsel telah melanggar 5 prinsip pelanggaran pada etika bisnisnya.
E. Saran.
Bagi setiap perusahaan yang
menjalankana suatu usaha atau bisnis diharapkan menerapkan suatu etika dalam
perusahaannya. Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki
daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan
suatu landasan yang kokoh. Jangan menganggap remeh suatu etika bisnis itu
karena etika tersebut sangat penting bagi kemajuan perusahaan itu sendiri.
Tanpa adanya suatu etika dalam bisnis mungkin perusahaan tidak akan bertahan
lama karena akan menghancurkan nama baik perusahaan itu sendiri. Oleh karena
itu wajib bagi semua perusahaan untuk menerapkan suatu etika bisnis dalam perusahaannya.
Khusus bagi perusahaan Telkomsel jangan menjanjikan sesuatu
yang belum terlaksana karena akan membuat para pelanggan menjadi tidak percaya
lagi. Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan
dari konsumen atau masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya
melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini
akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sedangkan
perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan
yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila
perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis misalnya diskriminasi
dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Perusahaan yang menjalankan
ushanya dengan didukung suatu etika bisnis akan lebih berkembang dari pada
perusahaan yang tidak memiliki suatu etika berbisnis apa-apa. Oleh karena itu
suatu etika berbisnis sangat penting dalam menjalankan suatu usaha.
Daftar Pustaka:
(Diakses
pada tanggal 28 Maret 2017 Jam 14:10)
(Diakses pada tanggal 28 Maret 2017 Jam 14:37)
(Diakses
pada tanggal 28 Maret 2017 Jam 14:51)
(Diakses
pada tanggal 28 Maret 2017 Jam 15:32)
(Diakses
pada tanggal 28 Maret 2017 Jam 16:06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar